Showing posts with label Rahasia. Show all posts
Showing posts with label Rahasia. Show all posts

MISTERI : MEMBONGKAR TRIK RAHASIA ILMU KEBAL API

Ping your blog, website, or RSS feed for Free My Ping in TotalPing.com



Kata “sulap” menurut kamus adalah pertunjukan berbuat sesuatu yang menakjubkan, silap mata. Jadi tentu saja yang ditampilkan dalam sulap terlihat mustahil. 
 
Magic adalah istilah bahasa Inggris untuk sulap. Mungkin dari sinilah berkembang semacam prasangka bahwa sulap itu magic (dalam bahasa Indonesia, magic lebih diartikan sebagai ilmu hitam, atau segala sesuatu yang berbau mistik). 
Padahal tidak demikian, sulap hanyalah trik.
Tidak ada satu pun manusia yang sakti di bumi ini. Seseorang primitif sewaktu melihat pesawat, ia menganggapnya dewa karena ia belum tahu triknya, bila kita sudah tahu triknya maka tidak ada lagi kata aneh.

Maka di antaranya trik dan teknik rahasia debus yang akan kami bongkar adalah :
 
1. Rahasia Kebal Api
Pada tahun 1885, suku Indian Navayo menjadi masyhur karena tari-tarian apinya. Mereka menari-nari telanjang bulat mengelilingi api unggun besar sambil membawa obor. Mereka menyapu-nyapukan nyala api itu pada badan mereka dan badan teman-temannya yang turut menari dengan cara yang mengagumkan sekali. Akan tetapi ternyata, bahwa mereka sebelum menari sudah menggosok dulu badan mereka dengan lumpur. Dengan cara yang demikian mereka tak mudah terbakar kulitnya.
Di Jepang terkenal apa yang dinamakan HI-Wattari, yakni suatu upacara keagamaan shinto. Paderi-paderi shinto berjalan di atas arang yang membara. Memang menakjubkan bagi mereka yang menyaksikan untuk pertama kalinya. Pertunjukan itu dilakukan di halaman Kuil. Sebelum berjalan di atas arang api itu, paderi-paderi menanggalkan pakaiannya yang indah-indah dan lebih dulu menginjakkan kaki mereka pada semacam tikar basah yang ditaburi dengan sebangsa tepung atau garam. Lalu mereka berjalan di atas arang-arang yang menyala itu dengan tenang tidak ada bahaya apa-apa.
Sesungguhnya garam yang ditabur-taburkan di atas tanah pada ujung bidang yang membara itu adalah campuran garam dan sulfat rangkap aluminium dan potasium.
Sejak itu diketemukan bahan-bahan lain untuk membuat kebal terhadap api. Misalnya campuran amonium fosfat, amonium sulfat dan amonium chorat. Pakaian-pakaian yang digunakan oleh pemain-pemain dalam opera-opera menjadi tak bisa terbakar dengan menggunakan campuran dari chloride seng.
Rumus melawan panas yang mula-mula diumumkan adalah sejenis bubur yang bisa terlihat. Akan tetapi kemudian orang menemukan pula resep-resep dari rempah-rempah yang tidak terlihat. Resep pertama yang digunakan adalah dari albertus magnus, yaitu sebagai berikut :
“Campurkan air dari Marshmallow (sejenis tanaman yang bisa dibuat gula-gula) dan Linda (sejenis tanaman juga). Ambillah putih telur dan campurkanlah dengan air buah radix. Kedua campuran diaduk-aduk sebaik-baiknya. Lalu campuran ini digosokkan pada tangan atau bagian tubuh mana saja yang akan dibuat tahan api. Setelah adonan yang berupa bubur ini menjadi kering, urapkan lagi bubur itu pada bagian-bagian tubuh yang hendak dibuat tahan api. Besi yang membara diletakkan pada bagian badan yang telah diurapi ini tidak akan mengakibatkan luka bakar”. 


Ada juga resep lainnya yang digunakan orang supaya bisa berjalan di atas besi yang terbakar atau mencuci tangannya dalam timah yang mendidih. Resep ini terdiri dari : “Setengah ons rumput sumphiro yang dilebur kedalam dua ons spiritus, satu ons storax yang cair, satu ons air raksa dan dua ons homatius. Semuanya itu digiling menjadi tepung. Apabila adonan ini digosokkan ke dalam jumlah yang cukup pada kaki, maka tak akan ada luka-luka. Apabila diinjakkan pada sebatang besi yang membara tidak akan luka bakar. Dengan menggosokkannya pada tangan, maka tangan itupun bisa dicuci dengan timah yang mendidih”.


a. Atraksi Makan Arang yang Membara
Untuk makan arang-arang yang membara, tehnik yang biasa dipakai pemain debus dengan membuat api yang panas dari arang kayu yang didapat dari berbagai macam batang pohon yang kayunya bisa dibuat arang. Disini sisipkanlah di antara arang kayu itu beberapa potong kayu cemara yang empuk yang sama besarnya dengan arang itu. Apabila kayu cemara terbakar sampai hangus, maka tak ada bedanya dengan arang kayu biasa, kecuali apabila pemain debus menusuknya dengan garpu. Garpu itu akan menghujam sangat mudah pada kayu cemara yang tekstur kayunya empuk namun garpu tidak akan bisa menembus arang selain dari batang pohon cemara.

Selain dari pada itu, arang yang dibuat dari kayu yang bukan dari kayu pohon cemara akan benar-benar membara dengan sangat panas, sedangkan arang dari pohon cemara tidak akan membara dan tidak terlalu panas. Sehingga bisa diletakkan di atas lidah tanpa berakibat apa-apa seperti luka bakar, apalagi jika lidah sudah dibasahi dengan air ludah sebanyak-banyaknya. Untuk atraksi biasanya pemain debus menusuk arang cemara itu dengan garpu, lalu masukkan ke dalam mulut dan kunyah-kunyahlah seperti hendak memakannya.

b. Atraksi Menjilati Besi Membara
Dalam atraksi ini, sebatang besi tongkat dari besi dipanasi sampai merah membara lalu pemain api menjilatinya namun lidah mereka tidak terbakar hangus. Rahasianya adalah lidah harus diurapi dengan strerax encer, di mana bahan kimia ini bisa dibeli di apotek. Lidah dengan demikian kebal terhadap panas namun pada saat atraksi janganlah menempelkan lidah terlalu lama pada besi yang membara melainkan lakukanlah secepat mungkin dan bibir hendaknya juga diurapi dengan strerax, sehingga jika terkena besi panas tidak akan berakibat apa-apa.

c. Lidah tahan timah mendidih
Ada atraksi pemain-pemain debus yang menuangkan timah mendidih di atas lidahnya, suatu keberanian yang cukup mendebarkan hati para penonton.
Tetapi yang kelihatannya seperti timah itu bukanlah timah yang asli, melainkan suatu campuran logam-logam yang titik didihnya rendah sekali atau mudah meleleh dengan panas api yang rendah. Adapun rumusnya adalah sebagai berikut :
Tujuh bagian Bismuth, empat bagian timah hitam (lead), dua bagian timah putih (tin), satu bagian cadmium ditambah dengan sedikit air raksa (kwikzilver). Mula-mula campurlah timah hitam dan timah putih. Tambahkan kepada campuran itu bismuth dan kemudian campurlah cadmium dengan campuran tersebut. Jika diletakkan di atas lidah, maka campuran (adonan) ini menjadi dingin.
Ada seorang pemain api yang mengambil sedikit dari campuran tersebut. Melelehkannya di dalam sendok besar, kemudian menuangkannya seperempat bagian ke dalam sendok kecil, lalu segera dituangkan diatas lidah yang sudah dibasahid engan air ludah yang cukup banyak. Logam seperti timah itu lalu membeku keras, akan tetapi masih panas juga. Maka seorang penonton dipersilahkan memegang sendok besar dan pemain menjatuhkan logam itu dari mulutnya ke dalam sendok besar itu. Kalau penonton mau menyentuhnya, maka terbukti logam itu masih panas. 

d. Tangan Dijilati Api Berkobar-kobar


 
 
Sang pemain debus menyingsingkan lengan bajunya dan dengan sebuah obor besar dari minyak tanah, membakar sekujur tangannya namun tangannya tidak terbakar sama sekali. Rahasianya adalah dalam permainan ini, yang penting cara menyinggungkan api obor pada kulit, yaitu jangan ditekankan dan tidak boleh berhenti, melainkan sambil digerakkan agak cepat dari sisi satu kesisi lainnya atau maju mundur sehingga tidak sempat membakar.
Bisa juga dalam atraksi kebal api ini menggunakan bantuan zat kimia khusus seperti dengan menggunakan Arab Bishom atau lem Arab yang diusapkan secara merata ke tangan. Selain itu bisa menggunakan storack cair atau ramuan yang terdiri dari amonium fosfat, amonium sulfat dan amonium chorat yang bisa didapatkan pada toko-toko yang menjual bahan kimia. 

f. Atraksi Berjalan di atas api yang membara.
Demonstrasi debus berjalan di atas api cukup menarik tetapi memiliki resiko cukup tinggi jika kurang penguasaan dalam teknis bisa menimbulkan luka bakar pada bagian kaki.

Melihat gambar ini, mungkin Anda akan bertanya-tanya. Benarkah ada manusia biasa tahan api sehingga kulitnya tidak terbakar ketika bersentuhan dengan api atau bara api ?
Yang perlu diketahui sesungguhnya sifat api dapat membakar apabila ada waktu yang cukup untuk bersinggungan dengan benda lain. Sedangkan jika persentuhan itu hanya sesaat maka paling hanya meninggalkan kesan hangat saja.
Dengan demikian, maka api tidak menimbulkan luka bakar jika kita bisa mengatur irama atau kecepatan. Maka demonstrasi debus dengan berjalan di atas api sangat sedikit resikonya karena seseorang akan berupaya untuk melangkah agak cepat ketika kakinya bersentuhan dengan api.
Untuk lebih jelasnya, kami akan menjelaskan tehnik para pemain debus sebelum dan pada saat melakukan atraksi berjalan diatas api, yang akan kami jelaskan sebagai berikut :
· Ambil arang kayu secukupnya .
· Buat arang tersebut berjajar seperti titian atau jembatan dengan lebar antara 10-11cm dan sepanjang minimal 3 meter.
· Tuangkan minyak tanah sehingga seluruh arah tersiram secara merata.
· Nyalakan arang dengan korek api dan ketika api sudah mulai menyala, anda silahkan untuk berjalan di atas api.
Pemain debus yang sudah berpengalaman tidak akan pernah ragu bahkan langsung menginjak api tersebut dengan telapak kaki mereka. Rahasianya adalah dengan mengetahui sifat api, bahwa api hanya membakar jika ada waktu yang cukup untuk bersinggungan dengan benda yang diam. 


Catatan:
Langkah-langkah aman agar demonstrasi jalan di atas api bisa berjalan dengan mulus, yaitu memperhatikan unsur kecepatan langkah dan seseorang harus berjalan pada titian api tersebut selama api baru saja menyala. Dengan demikian, resikonya lebih kecil. Dan resiko besar dari demonstrasi ini adalah apabila kobaran api telah lama hingga arang telah menjadi membara.
Jika memang arang sudah membara dengan sangat panas, pemain debus bisa saja tetap melangkah dan bahkan bisa berjalan bahkan dengan langkah yang lambat, dengan catatan harus menggunakan zat-zat kimia khusus seperti Arab Bishom atau disebut dengan lem Arab. Ada juga dengan memanfaatkan strorak cair yang lumurkan di seluruh bagian kaki pemain debus.

Baca Selengkapnya ....

MISTERI : RAHASIA TRIK KEBAL DARI PUKULAN, HANTAMAN DAN GORESAN BENDA TAJAM

Ping your blog, website, or RSS feed for Free My Ping in TotalPing.com



Siapa yang tidak takjub melihat atraksi di mana para pemain debus berdemonstrasi kebal dicambuk, tubuh tidak tertusuk duri salak ketika mereka berguling di atas hamparan duri salak, perut dimartil dengan al-madad, mengunyah beling dan silet, tubuh kebal bacokan dan sayatan. Bahkan terkadang bisa membuat orang yang menontonnya menjadi jantungan sebab mengerikannya atraksi-atraksi tersebut.


Agar tidak penasaran, mereka bisa melakukan atraksi mengerikan itu ? Marilah kita bongkar rahasianya :

a. Kebal Pukulan Cambuk
Beberapa group kesenian tradisional debus atau kuda lumping sering memperagakan kekebalan tubuhnya terhadap sebetan cambuk. Benarkah hal itu karena kekebalan tubuh atau karena teknis memukulnya ?
Jawabnya tentu hanya trik saja. Tekhniknya sebenarnya adalah bagaimana cara pemain debus dalam mencambuk seseorang. Pemukul harus berupaya untuk tidak memukul dengan ujung cambuk. Tetapi harus menggunakan teknis “pukul putar” yang artinya, ketika memukul harus menggunakan bagian tengah cambuk, sehingga memberikan efek ujung cambuk melingkari bagian yang terkena. Dengan demikian maka rasa sakit akan berkurang, karena yang menimbulkan sakit dari pukulan cambuk berasal dari ujung cambuknya dan bukan dari bagian tengah cambuk. Tehnik “pukul putar” selain akan menghindarkan dari rasa sakit juga akan menimbulkan efek suara ledakan cambuk.
Selain itu ada juga tehnik lain yaitu dengan menggunakan pelindung dari bahan kulit kambing atau kulit kerbau yang dipakai melingkar pada bagian dalam tubuh.
Pelindung tersebut mempunyai fungsi ganda. Selain kulit tidak merasakan sakit, benturan ujung cambuk dengan pelindung tersebut akan menimbulkan suara yang keras.
Tetapi untuk penggunaan pelindung kulit binatang tersebut haruslah rapi dan hati-hati. Cara mengikat pada tubuh harus benar-benar kuat.
Setelah itu pemain debus mengupayakan menutupnya dengan kaos dalam, baru setelah itu pemain debus mengenakan baju atau kaos yang resmi. Fungsi kaos tersebut adalah untuk mengelabui penonton, sebab tanpa adanya kaos dalam maka penonton akan curiga.
Jika pemain debus kesulitan mendapatkan pelindung dari kulit, mereka biasanya menggunakan karton tebal. Sedangkan para pemain kuda lumping umumnya menggunakan pelindung dari bengkung atau ikat pinggang wanita yang melingkari perut secara berangkap-rangkap.

b. Bergulir pada Hamparan Duri Salak.
Bagaimana kita tidak terheran-heran jika melihat atraksi kekebalan berguling pada hamparan duri salak yang terlihat tajam. Untuk bisa mendapatkan kekebalan itu dikatakan oleh pemain debus haruslah belajar ilmu ghaib yang sangat berat. Sesungguhnya atraksi yang mereka lakukan itu hanyalah sebuah trik.
Mengapa para pemain debus itu selalu menggunakan duri salak ? Rahasianya karena duri salak walau tajam dan panjang, namun memiliki kelenturan yang sangat elastis sehingga ketika tertimpa oleh tubuh maka durinya akan rebah sehingga tidak menusuk kulit, apalagi kulit manusia sampai tekanan tertentu memiliki kekenyalan dan elastisitas yang tinggi. Setiap orang asal berani mencoba yakinlah tidak akan terjadi apa-apa, kecuali kulit orang tersebut akan sedikit memerah dan jikapun sampai lecet hanya akan mengenai kulit ari dan tidak pernah ada insiden duri salak akan masuk ke dalam tubuh pemain debus sebab mereka tahu tehniknya.



Percayalah! Banyak pemain debus yang telah berani mencoba, mereka semua selamat. Tidak akan terjadi hal-hal yang membahayakan seperti duri salak tersebut akan menembus tubuh mereka, kecuali hanya akan meninggalkan sedikit ruam merah pada kulit mereka seperti yang terlihat pada gambar di samping

c. Perut dimartil dengan Almadad
Tentunya Anda sering menyaksikan pada layar televisi atau bahkan melihat secara langsung peragaan dari pemain debus yang memegang Almadad, lalu ditusukkan di perutnya dengan cara dipukul dengan palu godam.

Permainan ini mempunyai rahasia, yaitu almadad tersebut harus dipegang dengan kedua tangan. Tujuan dari pegangan tersebut selain untuk memeganginya juga sekaligus menahan sentakan atau tekanan dari pukulan palu godam.
Dengan demikian maka ujung besi yang kelihatannya lancip tersebut hanya sedikit menempel pada perut. Sehingga kemungkinan menjadi luka amatlah kecil. Apalagi pada saat pemain debus lain memukul dengan palu godam, pemain debus yang memegang almadad juga memegang dengan erat almadad tersebut.
Selain menggunakan cara menahan laju lancipan besi almadad dengan kedua tangan, ada juga yang menggunakan sabuk khusus. Sabuk tersebut terbuat dari kulit binatang yang dirangkap. Dan untuk hal ini cara mendemonstrasikannya, kulit binatang yang melilit diperut tidak boleh kelihatan dan harus tertutup baju.

Tehniknya adalah :
1. Pemain debus memegang almadad tersebut dengan kedua tangan pada ujung lancipan dan pada tengah besi almadad.
2. Posisi kuda-kuda dari yang menerima pukulan adalah kuda-kuda depan
3. Badan agak sedikit membungkuk ke depan.
Ketiga posisi di atas sangat membantu pemain debus dalam menahan benturan palu godam.
d. Mengunyah Beling dan Silet
Siapa yang tidak menggeleng-gelengkan kepala ketika para pemain debus dengan tenangnya mengunyah beling dan silet lalu ditelannya. Namun semua itu ada tehnik yang bisa kita pelajari. Berikut ini penjelasan rahasianya :

· Mengunyah Beling
Demonstrasi mengunyah dan memakan semprong lampu ini banyak dilakukan para pemain kuda lumping dan para pemain debus. Pada atraksi ini sebenarnya dapat dilakukan oleh siapa saja tidak perlu harus belajar ilmu ghaib yang aneh-aneh.
Tehnik memakan beling ini biasanya pemain debus atau kuda lumping memilih beling yang tipis dan rapuh seperti semprong lampu atau lampu neon yang terbuat dari stum yang memang jika pecah tidak tajam dan tidak membahayakan jika tertelan. Sebelum memakan beling pemain debus harus makan makanan yang lengket seperti pisang atau ketan. Fungsi makanan tersebut akan mengamankan dan lebih melindungi usus dari kemungkinan adanya sisa-sisa beling yang tidak bisa dicerna. Untuk lebih amannya sebelum dan sesudah atraksi makan beling tersebut para pemain debus makan makanan yang lengket. Kita tidak perlu menggolongkan ketrampilan memakan beling sebagai permainan mistik dan magis, sebab sebagian besar orang pasti bisa melakukannya asal tahu tehniknya dan berani.

Kunci atraksi makan beling adalah :
Tidak boleh ada gigi yang berlubang.
Pilih jenis beling yang paling tipis dan paling rapuh seperti semprong lampu atau lampu neon.
Beling (semprong lampu atau lampu neon) harus dikunyah sampai benar-benar halus barulah ditelan.
Dalam mengunyah jangan ragu-ragu tetapi harus mantap dan tempatkan beling tersebut selalu diantara gigi.

· Mengunyah silet
Satu lagi jenis permainan mengunyah yang lebih spektakuler adalah mengunyah silet. Namun rahasia permainannya juga tak jauh beda dengan cara mengunyah beling. Untuk melakukan atraksi ini seseorang jangan memilih jenis silet yang liat seperti merk Goal tetapi pilihlah yang bermerk Tiger yang lebih rapuh dan mudah patah.
Ada beberapa trik yang bisa dilakukan untuk membuat permainan ini lebih terkesan spektakuler, yaitu sebelum silet dikunyah dibuat untuk memotong-motong kertas terlebih dahulu.
Tehnik pelaksanaannya adalah hilangkan terlebih dahulu ketajaman silet dengan cara menggosokkannya pada benda-benda keras seperti besi, batu dan sebagainya. Lalu biarkan sebagian kecil ujung dari salah satu sudut silet itu tajam, dan bagian itu nantinya akan digunakan untuk memotong-motong kertas. Penonton tak akan mengetahui trik tersebut kerena mereka menganggap bahwa seluruh bagian silet memiliki ketajaman semuanya.
Ketika atraksi makan silet berlangsung seorang pemain debus harus tetap memegang ujung dari sudut silet yang masih tajam tersebut dan ujung silet tersebut dipatahkan dengan digigit lalu disembunyikan pada sela-sela jari jemari.

e. Tubuh Kebal Bacokan dan Sayatan
Siapa yang tak heran dan takjub ketika melihat atraksi para pemain debus yang membacok dan menyayat-nyayat tubuh dengan golok bahkan ada juga atraksi kebal dengan sayatan silet yang tajam. Namun semua demonstrasi itu bisa dipelajari dan ada tehniknya. Berikut ini penjelasan rahasianya:

· Membacok Tubuh dengan Golok
Pada atraksi debus kita dapat melihat adanya pemain debus yang membacok-bacokkan golok ke berbagai bagian tubuhnya, namun mereka sama sekali tidak terlihat kesakitan dan kulit mereka sama sekali tidak terluka. Sesungguhnya atraksi ini hanyalah trik belaka dan siapapun juga bisa melakukannya jika sudah tahu tehniknya.
Caranya adalah dengan mempersiapkan golok yang tidak terlampau tajam. Golok yang tidak terlalu tajam, jika dibacokkan pada daging tidak akan membuat daging terluka. Pilihlah anggota badan yang banyak dagingnya seperti dada, perut, leher, lengan paha dan punggung. Jangan mengenai anggota badan yang bertulang seperti kepala, tulang kering sebab dengan sedikit benturan dengan benda tidak tajam sekalipun bisa menimbulkan luka lebam.
Selain itu membacoknya juga dengan teknik : ketika bacokan mengenai lengan, ikuti gerakan golok seolah lengan pemain debus terdorong oleh kerasnya sabetan golok. Padahal yang terjadi adalah pemain debus itu mengikuti gerakan golok agar benturan itu dapat diminimalisir. Selain trik di atas, seorang pemain debus biasanya ber-acting untuk mendramatisir atraksi mereka.

Jika ada yang bertanya atau mengkritisi ”Jika benar golok pemain debus itu tidak terlampau tajam, mengapa pelepah kelapa dan leher ayam bisa putus dalam sekali tebas? Penjelasannya adalah pelepah kelapa dan leher ayam bisa putus dengan sekali tebas karena mereka tidak mengikuti gerakan golok ketika dibacok, jadi benturan diterima 100%. Selain itu pelepah kelapa dan leher ayam memang mudah terkoyak karena strukturnya tidak padat seperti kayu jati ataupun kenyal dan elastis seperti bagian perut, paha, dada atau lengan. Dan biasanya sebagaimana penulis lihat di lapangan, ketika para pemain akan membacoknya, ia melafadzkan do’a-do’a khusus sambil mengusap-usap golok sehingga para penonton semakin terhipnotis.

Catatan Khusus :
1. Permain debus melakukan atraksi kebal bacok ini hanya pada bagian tubuh yang banyak dagingnya.
2. Pemain debus biasanya berhati-hati agar tidak menggoreskan golok, sebab meskipun agak tumpul tapi golok bisa melukai jika digoreskan dengan kuat. Biasanya jika pemain debus ingin melakukan atraksi kebal sayatan dengan menyediakan pedang bermata dua. Salah satu dibuat agar tumpul, benar-benar tumpul, atau pemain debus juga bisa menggunakan golok yang bagian depannya tajam tapi belakang tumpul atau sebaliknya.
3. Untuk meyakinkan penonton, pemain debus selalu untuk melakukan “pengujian” senjata sebelum mereka melakukan ujicoba bacok / sayat.
Ada juga variasi yang tak kalah dramatis, yaitu di mana salah satu pemain debus meletakkan buah-buahan seperti pisang, semangka, timun atau sayur-sayuran seperti sayur kol di paha atau bagian tubuh lain seperti perut atau dada. Kemudian pemain debus lain mencacah dengan golok sayuran atau buah-buahan tadi di salah satu bagian tubuh tertentu seperti paha, perut atau dada. Walau pemain debus mencacah dengan begitu banyaknya ternyata tubuh yang jadi dasar tempat meletakkan sayuran atau buah tadi tidak terluka. Bagaimana rahasianya?
Sesungguhnya atraksi ini tergolong sangat ringan, namun juga memiliki resiko yang tinggi jika tidak tahu tehniknya.
Cara melakukan yang paling aman adalah :
1. Sasaran yang dicacah atau dirajang diletakkan pada bagian perut, karena bagian tersebut tidak memiliki tulang dan sangat kenyal juga elastis sehingga bisa menetralisir sabetan golok.
2. Pemain debus tidak mencacah dengan cara mengiris sebab akibatnya bisa fatal, kecuali bagi mereka yang sudah berpengalaman.
3. Pemain debus mengatur agar daya ayun untuk mencacah buah atau sayur tersebut jangan sampai terlalu keras. Upayakan ayunannya hanya untuk memutuskan sasaran benda di atas perut (atau bagian tubuh lain yang lunak) dan secepatnya diangkat atau jika mengenai perut upayakan jangan terlalu keras.
Dengan memperhatikan aturan-aturan di atas, para pemain debus akan mampu memperagakannya dan ini bukanlah mistik melainkan hanya tehnik belaka.
· Menggores atau Mengiris Tubuh dengan Golok
Demonstrasi kekebalan kulit yang mempunyai efek bahaya adalah tehnik goresan. Karena secara alami, gerakan senjata menggores lebih memiliki daya sobek luar biasa pada kulit, karet atau benda-benda yang cukup kenyal dan elastis, dibandingkan dengan cara senjata tersebut diayunkan atau dipukulkan pada benda yang kenyal dan elastis.
Tetapi kita terkadang melihat adanya atraksi debus yang memperagakan atraksi kekebalan dengan cara menggores tubuh. Namun jika kita sudah tahu tehniknya hal ini bukan barang mustahil bisa dilakukan oleh siapa saja.
Caranya adalah dengan cara menggunakan senjata tajam yang sudah diatur seperti membiarkan bagain-bagian tertentu pada senjata tersebut tumpul dan bagian tertentu lainnya tetap tajam.
Tujuannya agar nanti anda bisa meyakinkan penonton dengan cara menguji ketajaman pada benda-benda seperti batang pisang, pelepah kelapa dan benda lainnya.
Dari penjelasan di atas, penonton akan menjadi yakin kerena mereka tidak mengetahui bahwa pada bagian senjata tersebut ada wilayah pedang tajam dan ada pula wilayah pedang tumpul.
Tehnik menggores umumnya dilakukan dengan cara tidak memberikan tekanan yang kuat, sehingga amat masuk akal apabila kulit menjadi aman dari ketajaman senjata walaupun senjata yang digunakan bagi pemain yang profesional dapat memakai senjata yang cukup tajam.

· Atraksi Kebal Sayatan Silet
Atraksi kebal sayat silet menggunakan silet yang sudah dimodifikasi. Silet tersebut salah satu sisinya ditumpulkan dengan cara menggosokkannya ke batu. Setelah itu, masukkan lagi ke bungkusnya dengan rapi dan kemudian di-lem merekat seperti baru. Ingat, karena pada umumnya silet yang baru dianggap benda sangat tajam, maka atraksi ini sering berhasil membuat orang terkagum-kagum.

Cara Atraksi Pemain Debus:
1. Pemain debus mengambil silet baru yang sudah dimodifikasi itu.
2. Pemain debus meminta penonton untuk membukanya, agar dia yakin bahwa silet itu masih baru.
3. Ambil silet itu, kemudian gunakanlah untuk mengiris kertas atau koran. Selain membuktikan pada penonton bahwa silet itu tajam, manfaat lain dari langkah ini adalah : Pemain debus bisa mengetahui sisi silet mana yang tajam dan yang tumpul.
4. Setelah pemain debus yakin mengetahui sisi silet yang tumpul, atraksi pun dimulainya.
5. Pertama kali, Pemain debus biasanya mencoba menyayat rambutnya. Mengapa rambut dulu ? Karena jika ternyata pemain debus salah memegang sisi silet, maka tidak terjadi luka yang membahayakan.
6. Setelah berhasil dengan sayat rambut, Pemain debus lalu melakukan sayatan di mana saja. Agar lebih seru, pemain debus juga menyayat penonton. Dengan mengatakan “orang yang saya pegang juga ikut kebal karena aliran energi dari tubuh saya”.
7. Setelah atraksi selesai, Biasanya pemain debus mengamankan silet tersebut.

Baca Selengkapnya ....

10 Rahasia Tentang 17 Agustus 1945 Yang Tidak Dipublikasikan

Ping your blog, website, or RSS feed for Free My Ping in TotalPing.com




I. Soekarno Sakit Saat Proklamirkan Kemerdekaan

Pada 17 Agustus 1945 pukul 08.00 (2 jam sblm pembacaan teks Proklamasi), ternyata Bung Karno masih tidur nyenyak di kamarnya, di Jalan Pegangsaan Timur 56, Cikini. Dia terkena gejala malaria tertiana. Suhu badannya tinggi dan sangat lelah setelah begadang bersama
para sahabatnya menyusun konsep naskah proklamasi di rumah Laksamana Maeda. Saat itu, tepat di tengah2 bulan puasa Ramadhan.

Pating greges', keluh Bung Karno setelah dibangunkan dari Soeharto, dokter kesayangannya. Kemudian darahnya dialiri chinineurethan intramusculair dan menenggak pil brom chinine. Lalu ia tidur lagi. Pukul 09.00, Bung Karno terbangun. Berpakaian rapi putih-putih dan menemui sahabatnya, Bung Hatta.

Tepat pukul 10.00, keduanya memproklamasikan kemerdekaan Indonesia dari serambi rumah. 'Demikianlah Saudara-saudara! Kita sekalian telah merdeka!', ujar Bung Karno di hadapan segelintir patriot-patriot sejati. Mereka lalu menyanyikan lagu kebangsaan sambil mengibarkan bendera pusaka Merah Putih. Setelah upacara yang singkat itu, Bung Karno kembali ke kamar tidurnya; masih meriang. Tapi sebuah revolusi telah dimulai...

II. Upacara Proklamasi Kemerdekaan Dibuat Sangat Sederhana

Upacara Proklamasi Kemerdekaan Indonesia ternyata berlangsung tanpa protokol, tak ada korps musik, tak ada konduktor, dan tak ada pancaragam. Tiang bendera pun dibuat dari batang bambu secara kasar, serta ditanam hanya beberapa menit menjelang upacara. Tetapi itulah, kenyataan yang yang terjadi pada sebuah upacara sakral yang dinanti-nanti selama lebih dari 300 tahun!

III. Bendera dari Seprai

Bendera Pusaka Sang Merah Putih adalah bendera resmi pertama bagi RI. Tetapi dari apakah bendera sakral itu dibuat? Warna putihnya dari kain sprei tempat tidur dan warna merahnya dari kain tukang soto!

IV. Akbar Tanjung Jadi Menteri Pertama "Orang Indonesia Asli"

Setelah merdeka 43 tahun, Indonesia baru memiliki seorang menteri pertama yang benar-benar 'orang Indonesia asli'. Karena semua menteri sebelumnya lahir sebelum 17 Agustus 1945. Itu berarti, mereka pernah menjadi warga Hindia Belanda dan atau pendudukan Jepang, sebab negara hukum Republik Indonesia memang belum ada saat itu. 'Orang Indonesia asli' pertama yang menjadi menteri adalah Ir Akbar Tanjung (lahir di Sibolga, Sumatera Utara, 30 Agustus 1945), sebagai Menteri Negara Pemuda dan Olah Raga pada Kabinet Pembangunan (1988-1993).

V. Kalimantan Dipimpin 3 Kepala Negara

Menurut Proklamasi 17 Agustus 1945, Kalimantan adalah bagian integral wilayah hukum Indonesia. Kenyataannya, pulau tersebut paling unik di dunia. Di pulau tersebut, ada 3 kepala negara yang memerintah! Presiden Soeharto (memerintah 4 wilayah provinsi), PM Mahathir Mohamad (Sabah dan Serawak) serta Sultan Hassanal Bolkiah (Brunei).

VI. Setting Revolusi di Indonesia Diangkat Ke Film

Ada lagi hubungan erat antara 17 Agustus dan Hollywood. Judul pidato 17 Agustus 1964, 'Tahun Vivere Perilocoso' (Tahun yang Penuh Bahaya), telah dijadikan judul sebuah film - dalam bahasa Inggris; 'The Year of Living Dangerously'. Film tersebut menceritakan pegalaman seorang wartawan Australia yg ditugaskan di Indonesia pada 1960-an, pada detik2 menjelang peristiwa berdarah th 1965. Pada 1984, film yang dibintangi Mel Gibson itu mendapat Oscar untuk kategori film asing!

VII. Naskah Asli Proklamasi Ditemukan di Tempat Sampah

Naskah asli teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia yang ditulis tangan oleh Bung Karno dan didikte oleh Bung Hatta, ternyata tidak pernah dimiliki dan disimpan oleh Pemerintah! Anehnya, naskah historis tersebut justru disimpan dengan baik oleh wartawan BM Diah. Diah menemukan draft proklamasi itu di keranjang sampah di rumah Laksamana Maeda, 17 Agustus 1945 dini hari, setelah disalin dan diketik oleh Sajuti Melik.Pada 29 Mei 1992, Diah menyerahkan draft tersebut kepada Presiden Soeharto, setelah menyimpannya selama 46 tahun 9 bulan 19 hari.

VIII. Soekarno Memandikan Penumpang Pesawat dengan Air Seni

Rasa-rasanya di dunia ini, hanya the founding fathers Indonesia yang pernah mandi air seni. Saat pulang dari Dalat (Cipanasnya Saigon), Vietnam, 13 Agustus 1945, Soekarno bersama Bung Hatta, dr Radjiman Wedyodiningrat dan dr Soeharto (dokter pribadi Bung Karno) menumpang pesawat fighter bomber bermotor ganda. Dalam perjalanan, Soekarno ingin sekali buang air kecil, tetapi tak ada tempat. Setelah dipikir, dicari jalan keluarnya untuk hasrat yang tak tertahan itu. Melihat lubang-lubang kecil di dinding pesawat, di situlah Bung Karno melepaskan hajat kecilnya. Karena angin begitu kencang sekali, bersemburlah air seni itu dan membasahi semua penumpang.

IX. Negatif Film Foto Kemerdekaan Disimpan Di Bawah Pohon

Berkat kebohongan, peristiwa sakral Proklamasi 17 Agustus 1945 dapat didokumentasikan dan disaksikan oleh kita hingga kini. Saat tentara Jepang ingin merampas negatif foto yang mengabadikan peristiwa penting tersebut, Frans Mendoer, fotografer yang merekam detik-detik proklamasi, berbohong kepada mereka. Dia bilang tak punya negatif itu dan sudah diserahkan kepada Barisan Pelopor, sebuah gerakan perjuangan. Mendengar jawaban itu, Jepang pun marah besar. Padahal negatif film itu ditanam di bawah sebuah pohon di halaman Kantor harian Asia Raja. Setelah Jepang pergi, negatif itu diafdruk dan dipublikasi secara luas hingga bisa dinikmati sampai sekarang. Bagaimana kalau Mendoer bersikap jujur pada Jepang?

X. Bung Hatta Berbohong Demi Proklamasi

Kali ini, Bung Hatta yang berbohong demi proklamasi. Waktu masa revolusi, Bung Karno memerintahkan Bung Hatta untuk meminta bantuan senjata kepada Jawaharlal Nehru. Cara untuk pergi ke India pun dilakukan secara rahasia. Bung Hatta memakai paspor dengan nama 'Abdullah, co-pilot'. Lalu beliau berangkat dengan pesawat yang dikemudikan Biju Patnaik, seorang industrialis yang kemudian menjadi menteri pada kabinet PM Morarji Desai. Bung Hatta diperlakukan sangat hormat oleh Nehru dan diajak bertemu Mahatma Gandhi.

Nehru adalah kawan lama Hatta sejak 1920-an dan Dandhi mengetahui perjuangan Hatta. Setelah pertemuan, Gandhi diberi tahu oleh Nehru bahwa 'Abdullah' itu adalah Mohammad hatta. Apa reaksi Gandhi? Dia marah besar kepada Nehru, karena tidak diberi tahu yang sebenarnya.'You are a liar !' ujar tokoh kharismatik itu kepada Nehru


Baca Selengkapnya ....

Rahasia Atraksi Tubuh Ditembus atau dipotong Benda Tajam

Ping your blog, website, or RSS feed for Free My Ping in TotalPing.com



Atraksi menusuk leher dengan golok khusus.Kalau melihat gambar di atas ini, bagaimana menurut Anda ? Apakah Anda percaya dengan yang Anda lihat ? Sama sekali jangan dipercaya !!

Ini hanya trik semata, yang Anda perlukan adalah sebuah golok yang dipotong bagian tengahnya sesuai dengan ukuran leher Anda, kemudian dilaskan pengait dari plat besi melingkar kebelakang. (Lihat gambar).

Bentuk golok yang di rangkai khusus untuk atraksi menusuk leher atau paha.

Yang harus diperhatikan adalah ujung-ujung yang menempel pada kulit Anda harus dibuat tumpul sekali agar tidak melukai kulit Anda. Biasanya atraksi debus ini dilakukan dengan cara pemain debus masuk ke dalam sebuah kotak besar[1] dan langsung mempersiapkan golok khusus yang langsung dipasang di leher atau paha, lalu ketika keluar pemain debus seolah-olah kesakitan dan didramatisir dengan ceceran darah palsu (misal darah ayam atau kambing). Plat besi yang melingkar biasanya disamarkan dengan melilitkan selembar kain untuk menutupinya.
Dan yang terjadi di lapangan, dalam atraksi itu ada seorang pemain debus yang memandunya dengan membaca sholawat, Al-Ikhlash serta meminta kepada para penonton untuk ikut berdzikir untuk membuat penonton menjadi percaya. [2]


a. Atraksi Potong lidah

Mungkin Anda pernah melihat demonstrasi orang dipotong lidahnya. Demonstrasi ini murni menggunakan trik semata. Dan akan menjadi tontonan yang menarik apabila si peraga mampu melakukan dengan bumbu-bumbu yang mendramatisir atraksi potong lidah itu.

Cara melakukannya harus menggunakan alat bantu, berupa lidah kambing atau lidah binatang yang menyerupai lidah manusia. Lidah tersebut lalu disimpan di antara gigi bawah dan gigi atas. Tidak lupa juga disimpan di sela-sela gigi ada kapsul yang menyimpan darah buatan. Pemain debus yang menyimpan lidah binatang itu kemudian mengeluarkan lidah tersebut dengan digigit dengan kuatnya untuk mencegah lidah binatang itu terlepas, lalu kapsul “darah” itu dirobek dengan gigi. Kemudian pemain debus lain melakukan pemotongan lidah dengan menggunakan sebilah golok yang tajam hingga terlihat berdarah-darah.

Pada saat atraksi ini biasanya pemain debus mendramatisir adegan tersebut sehingga terlihat sangat mengerikan. Biasanya setelah dipotong lalu potongan lidah tersebut ditaruh pada piring dan diperlihatkan pada penonton.

Adegan selanjutnya pemain debus tersebut akan memasang kembali lidah tersebut kedalam mulut pemain lainnya. Begitu potongan lidah sudah masuk dalam mulut langsung dia telan hingga yang terlihat nantinya lidah aslinya[3]. (dalam atraksi ini terkadang pemain debus sampai terbatuk-batuk sebab agak susah menelan lidah tersebut, namun bagi penonton tentu tidaklah curiga, sebab dikira mereka pemain debus yang terbatuk-batuk itu berusaha dengan ilmunya menyambung kembali lidahnya yang putus hehehe....)

b. Lidah kebal
Setelah atraksi memotong lidah, sekarang kita bahas tentang demonstrasi memotong lidah, namun lidah tersebut tidak putus.

Prinsip yang dipakai sudah tentu sebagaimana prinsip tehnik kekebalan seperti yang telah kita bahas di depan. Yaitu : Jangan menggunakan senjata yang memiliki ketajaman dan umumnya hal ini menggunakan senjata dari bahan stainlis.

Cara memperagakan bisa dengan menggores dengan posisi senjata berdiri (vertikal) atau dengan posisi horizontal. Maka apabila seorang pemain debus menggunakan senjata dari bahan stainlis atau dari bahan lain namun sengaja ditumpulkan, tidak akan ada resikonya. Karena lidah yang terbasah oleh ludah secara alami kemudian menjadi licin, sehingga tidak terjadi penekanan yang berarti.

Demonstrasi kekebalan terhadap lidah modal utamanya hanyalah ketabahan semata. Siapapun bisa melakukannya asalkan sebelumnya sudah sering melatih dan mengenal betul kadar ketajaman senjata yang harus dimanfaatkannya. Dan itu berarti, bagi seorang pemain debus tidak disarankan untuk melakukan demonstrasi kekebalan lidah dengan senjata yang belum pernah mereka gunakan, karena akibatnya bisa fatal[4].











Memotong lidah
FOOTNOTE
[1] Biasanya pemimpin debus mengatakan “Mohon maaf untuk atraksi menusukkan golok ke leher tidak akan kami perlihatkan secara langsung sebab jika diperlihatkan maka akan sangat mengerikan dan bagi yang punya sakit jantung akan membahayakan jiwa mereka. Maka kami akan masuk ke dalam kotak besar dan salah satu dari anggota kami akan mulai menusukkan golok tersebut di dalam kotak besar itu ”
[2] Astaghfirullah tidak seyogyanya umat Islam menipu seseorang dengan menggunakan ayat-suci Al-Qur’an
[3] Dikutip dengan perbaikan dan penyempurnaan dari buku karya Masruri yang berjudul “ Buku Pedoman Atraksi Tenaga Dalam” Jilid 2. Penerbit CV. GUNUNG MAS Pekalongan. Halaman 78.

[4] Dikutip dengan perbaikan dan penyempurnaan dari buku karya Masruri yang berjudul “ Buku Pedoman Atraksi Tenaga Dalam” Jilid 2. Penerbit CV. GUNUNG MAS Pekalongan. Halaman 79.

Baca Selengkapnya ....

Geger! AL Russia Beberkan RAHASIA UFO !!

Ping your blog, website, or RSS feed for Free My Ping in TotalPing.com

Angkatan laut Rusia membeberkan catatan rahasia tentang penemuan benda yang tak teridentifikasi teknologi, melebihi apa yang pernah dibuat oleh manusia, lapor situs berita Pressa Svobodnaya.

Catatan ini dibuat oleh kelompok angkatan laut khusus di era Soviet dan dipimpin oleh wakil komandan Angkatan Laut, Laksamana Nikolay Smirnov. Dokumen yang ia susun mengungkapkan berbagai kasus UFO dan kemungkinan sebuah pertemuan, kata situs web itu.

Vladimir Azhazha, mantan perwira angkatan laut dan seorang peneliti UFO terkenal Rusia, mengatakan temuan tersebut bernilai besar.

“Lima puluh persen pertemuan dengan UFO terkait dengan lautan. Lima belas persen lebih dengan danau. Jadi UFO cenderung menyukai air, ” katanya.

Pada satu kesempatan kapal selam nuklir, yang sedang dalam misi tempur di Samudera Pasifik mendeteksi enam obyek yang misterius. Kejar mengejar terjadi. Setelah gagal mengecoh pengejar dengan manuver, sang kapten memerintahkan naik ke permukaan. Objek misterius tersebut mengikutinya, lalu obyek terbang menjauh.
Banyak kejadian misterius terjadi di wilayah Segitiga Bermuda, kenang pensiunan komandan kapal selam Laksamana Yury Beketov. Banyak instrumen kapal yang tidak berfungsi dengan alasan yang tidak jelas atau terdeteksi gangguan. Mantan perwira Angkatan Laut ini mengatakan bahwa ini gangguan yang disengaja oleh UFO.

“Pada beberapa kesempatan instrumen kapal mengatakan obyek bergerak dengan kecepatan luar biasa. Perhitungan menunjukkan kecepatan sekitar 230 knot, dari 400 kilometer per jam. Kecepatan seperti ini merupakan sebuah tantangan bahkan ketika dipermukaan dan rasanya seperti menentang hukum fisika. Hanya ada satu penjelasan untuk itu, yaitu teknologi makhluk tersebut jauh melebihi kapasitas kami dalam membangun,” kata Beketov.
Veteran intelijen Laut, Kapten Igor Barklay berkomentar, “UFO di laut sering muncul di mana pun, saat kami atau armada NATO berkonsentrasi. Dekat Bahama, Bermuda, Puerto Riko. Mereka paling sering terlihat di bagian terdalam dari Samudera Atlantik, di bagian selatan Segitiga Bermuda, serta di Laut Karibia.”

Tempat lain di mana orang sering melaporkan pertemuan UFO adalah Danau Baikal di Rusia. Pada tahun 1982, sekelompok penyelam militer berlatih di Baikal dan melihat sekelompok makhluk humanoid berpakaian keperakan.

Pertemuan itu terjadi pada ke dalaman 50 meter, dan para penyelam mencoba untuk menangkanya. Tiga dari tujuh orang meninggal, sedangkan empat orang lainnya terluka parah. “Aku berpikir tentang markas bawah air dan berkata: mengapa tidak?, “kata Vladimir Azhazha.

Sementara itu para pejabat Angkatan Laut Rusia membantah keberadaaan obyak yang berkaitan dengan UFO. Sebuah sumber di Angkatan Laut mengatakan kisah tersebut mungkin berakar pada laporan komandan kapal.
“Sebuah ilusi perjumpaan UFO dapat disebabkan oleh sekawanan besar ikan, sampah mengambang atau fenomena alam,” kata kantor berita Rusia mengutip


Baca Selengkapnya ....

Rahasia tersembunyi di balik bungkus rokok Gudang Garam filter

[Image: 1.jpg]
Ping your blog, website, or RSS feed for Free My Ping in TotalPing.com




Yang perokok pasti tau tapi blom ada yg tau kan ada apa dibalik bungkusnya?
Kalo kita merobek bagian bawah bungkus gudang garam filter ada kotak yg dibagi menjadi 4 warna, MERAH, HITAM, BIRU, EMAS
Buat apa warna2 tersebut?

[Image: 2.jpg]
Ternyata gan dengan kita mengosokkan ujung filter kita pada salah 1 warna pada kotak2 tersebut maka kita bakal ngerasain rasa tembakau yg beda2, tergantung diwarna apa kita menggosoknya

Beda warna beda rasa gan

MERAH Rasa tembakaunya lebih tajam dan lebih keras dari biasanya

HITAM Medium rasa tembakaunya pas dilidah

BIRU Bau tembakaunya khas bgt gan, agak2 kya benthoel biru gitu

EMAS Yang ini soft bgt gan, lebih soft dari rokok filter yg biasa kita hisap

Penilaian rasa tiap orang beda2 gan, tergantung lidah masing2 tp yg jelas rasa dan bau tembakau nya bener2 berubah stelah digosok.


Baca Selengkapnya ....

Anda Adalah Pengunjung Ke

Data pengunjung

Template by Berita Update - Trik SEO Terbaru. Original design by Bamz | Copyright of Netter Sejati.